Logo

Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menjadi perwakilan dari Indonesia untuk memenuhi undangan acara “The 8th China-ASEAN Music Festival” yang diselenggarakan oleh Guangxi Arts University, Republik Rakyat Tiongkok. Dalam acara tersebut,ISBI Bandung berkesempatan untuk mempertontonkan khasanah budaya Nusantara secara lebih luas. Dengan mengusung tema ‘Indonesian Music’, Indonesia diwakili oleh Prodi Seni Karawitan dan Prodi Angklung & Musik Bambu ISBI Bandung untuk berkontribusi dan tampil secara dominan dalam penyelenggaraan tersebut.
Selain mengundang Indonesia, juga terdapat sekira 7 negara yang mengisi panggung-panggung ekslusif mereka selama 7 hari penyelenggaraan acara, yaitu Indonesia (ISBI Bandung), Chech Republic, Thailand, Vietnam, Brunei, Polandia, dan tuan rumah China. Perhelatan akbar bagi para insan musik ASEAN tersebut dipusatkan di kota Nanning dan Guangxi dan melibatkan sekira 200 orang musisi dari berbagai negara. Perheltan tersebut dibuka oleh Presiden Guanxi Art University, dengan terlebih dahulu menghadirkan seluruh delegasi yang akan bertandang di sebuah jamuan ‘Welcome Party’ di Presidential Elegant Healthcare Hotel. Setelah itu, ISBI Bandung diberi kehormatan untuk menyajikan musik ‘Opening Ceremony’ dengan berkolaborasi menampilkan nyanyian khas Tiongkok di gedung Guangxi Poly Theatre yang berada di pusat kota Nanning.
Setelah kesempatan tesebut, tiba saatnya hari untuk ISBI Bandung melaksanakan konser. Materi seni yang ditampilkan memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Beberapa repertoar mulai dari Seni Peluk,. Calung Rénténg, Seni Lodang, Karinding, Topeng Banjet, Kliningan sampai dengan Seni Ajéng Cileungsi. Komposisi musik yang dirancang oleh Dr. Lili Suparli, S.Sn., M.Sn., dan Dr Dinda Satya Upaja Budi, S.Kar., M.Hum. memainkan struktur gramatika musikal yang cukup membuat penonton tidak beranjak dari tempat duduknya, termasuk para pejabat negara Tiongkok, pejabat Guangxi Art University, serta para maestro seni yang hadir menyaksikan konser tersebut. Apresiasi  berupa tepuk tangan yang sangat panjang diberikan oleh para penonton hingga para penampil  dari ISBI Bandung turun dari panggung menuju ruang ganti. Bahkan, para penonton meminta agar pertunjukan terus dilanjutkan yang akhirnya para penampil dari ISBI Bandung pun memainkan satu repertoar lagi hingga selesai.
Venue yang dirancang untuk kegiatan konser tidak hanya di seputar kota Nanning. Rombongan dari ISBI Bandung kemudian dibawa ke sebuah desa perbatasan antara China dan Vietnam, yaitu daerah Ming Shi untuk kembali tampil dalam acara ‘Mingshi Pastoral Concert’ dengan suasana eksotis panggung yang berada di pinggiran danau dan dikelilingi bukit bebatuan. Dr. Lili Suparli sebagai penata musik cukup jeli memanfaatkan situasi dengan menyusun struktur pertunjukan yang cukup berhasil. Repertoar pertama seni Celempungan dengan menampilkan sederetan lagu dari bawa sekar (Èntog mulang), lalu lagu tempo lambat (lagu ageung) menuju tempo sedang (lagu-lagu jalan). Sementara repertoar ke dua disajikan rampak kendang yang enerjik, dan penonton terbawa irama dengan bertepuk tangan mengikuti irama kendang dalam tempo cepat. Beberapa penonton juga ikut lebur menari di depan dan bahkan di atas panggung.
Sebagai agenda akhir dari rangkaian kegiatan di The 8th China-ASEAN Music Festival tahun 2019, ISBI Bandung mengadakan workshop seni gamelan dan tari di Lantai 1 dan 3 gedung Guangxi Museum of Ethnic Music. Antusiasme peserta workshop jumlahnya sangat banyak dan hampir tidak tertampung. Tak hanya diikuti oleh peserta dari tuan rumah China, melainkan para seniman dari Chech Republic, Thailand, Vietnam, dan Brunei tak mau ketinggalan mengikuti workshop.
Bentuk kehormatan lain adalah ketika para komite festival bersidang, ISBI Bandung pun diundang untuk bisa menyampaikan saran dan masukannya untuk perencanaan acara 'International Society of Contemporary Music (ISCM) Festival' di tahun 2021. Acara tersebut dipandang sebagai perhelatan yang jauh lebih besar, karena hampir melibatkan seluruh musisi di berbagai negara. Adapun pelaksanaannya akan dipusatkan di dua kota, yakni Nanning dan Shanghai. Semoga ISBI Bandung dapat berpartisipasi kembali.
Sumber: Dr. Suhendi Afryanto, S.Kar., M.M.

ISBI Bandung Alamat, Jl. Buah Batu No. 212 Bandung | Phone: +62 7314982 | Fax: +62 7303021 | e-Mail: isbi@isbi.ac.id