okul çantası

Info FSP

Setelah Fakultas Budaya dan Media (FBM) dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), kini saatnya Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)  yang melaksanakan Rapat Senat Pemaparan Visi Misi dan Program Kerja Pemilihan Calon Dekan FSP periode 2023-2027. Rapat ini berlangsung pada hari Rabu, bertempat di Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung (8/2/2023).

Sosialisasi pemilihan bakal Calon Dekan FSP dimulai pada tanggal 19 Januari. Pendaftaran dan penerimaan berkas pada tanggal 24 Januari. Kemudian pemeriksaan dan verifikasi berkas administrasi tanggal 1 Februari, dan pada tanggal 3 Februari ditetapkanlah Dr. Tatang Abdulah, S.Sn., M.Hum. dan Dr. Ismet Ruchimat, S.Sen., M.Hum. sebagai 2 orang kandidat calon Dekan FSP. Berbeda dengan pemilihan Dekan Fakultas lainnya, pemilihan Dekan FSP digelar cukup meriah. Sebelum rapat dimulai, calon Dekan FSP menaiki becak yang dihiasi dengan balon dan menggunakan baliho foto dari masing-masing calon Dekan FSP. Diiringi dengan musik tradisional dari pos gerbang belakang ISBI Bandung menuju pintu masuk Gedung Kesenian Sunan Ambu sambil diarak oleh mahasiswa yang memainkan kesenian Angklung Buncis.

                                                                             

                                                           
                                                           

Setelah masuk ke GK Sunan Ambu, calon Dekan FSP disambut oleh penampilan Pencak Silat dari perwakilan mahasiswa. Bukan hanya itu saja, bahkan kedua Calon Dekan juga turut menunjukkan jurus-jurus Pencak Silat secara bergantian di hadapan Senat FSP yang siap memilihnya dan tamu undangan yang hadir.

                                                          

Selesainya penyambutan dengan kesenian, Rapat Senat dibuka oleh Ketua Senat FSP Indra Ridwan, S.Sos., M.Sn., M.A., Ph.D. Rapat ini dihadiri oleh Rektor, Para Wakil Rektor, Kepala Biro Akademik dan Umum, Para Ketua Jurusan, Plt Dekan FSRD, Ketua LP2M, Plt Ketua LP3M, Ketua Ikatan Alumni ISBI, dan Dosen ISBI Bandung. Setelah rapat dibuka, dilanjutkan dengan Penyampaian Visi Misi dan Program Kerja Calon Dekan FSP yang dipandu oleh moderator Pepep Didin Wahyudin., M.Hum. Berikut Visi Misi dan Program Kerja Calon Dekan FSP periode 2023-2027:

Dr. Tatang Abdulah, S.Sn., M.Hum

Visi:
Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung menjadi pelaksana dan pengelola program studi yang berjati diri, berkualitas, dan berdaya saing dalam skala lokal, nasional, dan internasional.

Misi: 

  1. Melaksanakan pendidikan dan pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang seni pertunjukan yang  memperkokoh karakter dan jati diri budaya bangsa, serta berperan aktif dalam mewujudkan ketahanan budaya lokal Sunda.
  2. emberdayakan seni pertunjukan secara kreatif dan inovatif dengan menonjolkan aspek keunikan dan kebedaan dalam bentuk kreasi dan kajian seni budaya.
  3. Membangun sumber daya manusia yang berorientasi pada budaya mutu, keunggulan, dan kemampuan bersaing dalam bidang seni pertunjukan secara lokal, nasional, dan internasional.
  4. Menjalin kerja sama bidang seni pertunjukan dalam lingkup lokal, nasional, dan internasional. 

Program Kerja: 

  1. Memberdayakan prodi di Fakultas Seni Pertunjukan sebagai basis utama, dalam bidang Tridarma. Seperti, pengajaran di kelas berbasis digital yang memadai.
  2. Memberdayakan dosen dengan mendahulukan motivasi dibanding sanksi, peluang dibanding kekangan, dan kreativitas dibanding formalitas agar setiap potensi dosen baik dibidang kekaryaan maupun penelitian dapat berkembang maksimal. Untuk mewujudkannya, maka sudah selayaknya dilaksanakan program pengadaan dan penerbitan buku, pengembangan perpustakaan fakultas, dan mendorong dosen untuk melakukan penelitian dan membuat karya seni.  
  3. Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di dalam maupun di luar negeri yang memungkinkan semua potensi di berbagai prodi di Fakultas Seni Pertunjukan dapat peluang untuk makalangan di event lokal, nasional, regional dan internasional dengan membawa nama ISBI Bandung. 
  4. Program fakultas harus aspiratif terhadap program prodi. Modal atau bekal untuk mencapai tujuan tersebut adalah kemampuan dan kesediaan saya untuk   mendengar aspirasi dan masukan dari berbagai pihak: mahasiswa, dosen, serta tentu saja jurusan-jurusan dan rektor serta jajarannya. Untuk menampung aspirasi dari civitas akademika maka perlu diadakan satu ruang, misalnya dengan menyelenggarakan kegiatan diskusi secara regular dan terjadwal. 

Tujuan: 

  1. Meningkatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang seni pertunjukan secara profesional untuk kemajuan bangsa.
  2. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang seni pertunjukan yang bermanfaat bagi kemaslahatan manusia.
  3. Menghasilkan sumber daya manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kompeten, berkualitas, dan profesional di bidang seni pertunjukan.
  4. Memperluas jaringan kerja sama di bidang seni pertunjukan dalam lingkup lokal, nasional, dan internasional demi terwujudnya pemeliharaan dan  pengembangan seni budaya Sunda. 

           Dr. Ismet Ruchimat, S.Sen., M.Hum

Visi:
Menjadikan institusional life fakultas sebagai budaya untuk menumbuhkan rasa kebanggaan dan mendudukan kepentingan pendidikan seni tradisi sebagai superioritas. 

Misi:
 
1. Sebagai pusat keunggulan pendidikan Seni Budaya Daerah;
2. Membangkitkan kreativitas dan keterampilan analitis kritis;
3. Menghasilkan lulusan yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan sumber daya bangsa dalam industri budaya yang sedang berkembang;
4. Mendorong pemikiran mandiri dalam lingkungan kreatif dengan menyediakan kurikulum yang mampu menjadikan insan cerdas, berbakat, serta mendorong mahasiswa agar siap melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Program kerja:
“PATRI” dalam kehidupan budaya sunda sehari-hari Patri dimaknai sebagai Pamageuh atau Perekat (Konsep Partisipatoris, Akreditable, Transformatif, Respiritual, Intensional disebut sebagai Abdas pendidikan seni dalam upaya mengembalikan kegemilangan dan martabat budaya yang pernah kita raih).

1. Partisipatoris (Ulu Biung)

- Proses sosialisasi yang lebih memfokuskan pada penanaman kebiasaan, adat istiadat, nilai, dan norma dalam kehidupan akademik yang berlandas pada kearifan lokal.
-Cara ampuh ini dilakukan melalui penyertaan agenda peningkatan aktivitas pendidikan melalui pelibatan non akademik sebagai resource dalam pengenalan hakikat secara filosofis.
- Education mismatch harus dihindari melalui penajaman kurikulum yang strategis berdasarkan orientasi kebutuhan masyarakat. Cara ini dilakukan melalui peningkatan ilmu pengetahuan, memperkuat motivasi, dan merangsang kreatifitas para mahasiswa.
- Pembelajaran melalui metoda dual system curriculum pada pendidikan vokasi kiranya dapat menjadi rujukan. Proses pembelajaran ini memberikan porsi aktivitas mahasiswa di luar lingkungan kampus dengan waktu pembelajaran diatur di bawah satu peraturan yang terkoordinasi. Tujuan dari pada pola pendidikan ini adalah  menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkompeten, dan memiliki keunggulan komparatif.
- Di samping itu fakultas yang berbasis pada kearipan lokal harus mampu menjadi pusat pendidikan seni yang sekaligus berfungsi sebagai Culture-Preneurship. Pencapaian ini harus diperoleh melalui pencarian hulu riset secara kesinambungan dengan agenda riset yang tajam dan terarah pada produk seni budaya.
- Merumuskan agenda riset dilakukan secara partisipatif atas kepentingan bersama secara institusional, seperti;
(1) Pengembangkan penelitian yang berwawasan lingkungan;
(2)  Peningkatan nilai tambah sumber daya lokal;
(3) Mengembangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berbasiskan pada hasil penelitian;
(4) Peningkatan riset seni budaya melalui aksi sosial dan rekayasa budaya.

2. Akreditable

- Kemampuan fakultas dalam penerapan kedisiplinan guna meningkatkan dan menjaga stabilitas jaminan mutu pendidikan.
- Penghindaran situasi soft zone sesegera mungkin dan kemudian masuk ke  competition zone.  Mediokrasi dalam tata kelola sering dianggap kalangan dengan perspektif “kaya secara budaya namun kurang memiliki sumber daya akademik yang mumpuni dalam mengelola”.
- Konsentrasi tenaga pendidikan dalam pengembangan dan peningkatan mutu keahlian manajerial akademik menjadi salah satu induk pengembangan kerja fakultas.
- Secara internal melalui kesadaraan budaya akan pentingnya menuangkan rancangan kewajiban dosen melalui pengisian Beban Kinerja Dosen tentu sangat membantu meningkat mutu pendidikan. Kita pernah masuk pada dinamika “down grade” peringkat akreditasi, dan oleh karena itu hal ini harus menjadi catatan kerja harian kita secara berkelanjutan. 

3. Transformatif

Konsep kerja yang mampu berorientasi peningkatan mutu dan fungsi fakultas adalah melakukan upaya transformatif pada segala sisi aktivitas akademik. Tantangan yang harus dihadapi adalah membangun atmosfir akademik yang baik, tata kelola yang sehat, dan penerapan prinsip manajemen yang modern. Otonomi pendidikan fakultas dimungkinkan mampu mendorong terciptanya budaya kerja baru.

- Sistem kerja bottom up yang diunggulkan berdasarkan kepentingan fakultas menjadi superioritas;
- Transparansi kerja antar unit;
- Mendesain pola yang bersifat employee feedback;
- Meningkatkan sejumlah kebijakan atas keberlakuan reward and punishment terhadap dosen;
- Memberdayakan tendik yang berpengaruh menjadi teladan;
- Keberanian untuk  berorientasi dan mendesain program studi berdasar pada pencarian kreatif yang memiliki fleksibilitas dalam pengembangan kurikulum. Contoh Besar yang terjadi pada Program Studi Angklung dan Musik Bambu. 

4. Respiritualitas

- Insan unggul dan tata kerja yang harus memiliki wawasan aspiratif dan wawasan etikal.
- Fakultas harus mampu mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang outside the box dan berbeda dengan tradisi keilmuan yang seringkali direduksi sivitas akademika yang memiliki handicap dalam menimba ilmu. Kita sadar padahal ruang pengilmuan seni di ISBI adalah ruang pengilmuan yang syarat dengan tata nilai.
- Benteng pertahanan dalam mengaktualisasi peningkatan mutu saya konsepsikan dengan mengembalikan budaya kerja dan kepemilikan spirit kearifan lokal melalui prinsip Wiraga (Tindakan), Wirahma (pengendalian), dan Wirasa (dunia keteladanan rasa, budi, dan estetika).
- Tindakan ini harus diimplementasi melalui silaturahim antar sivitas akademika dengan berbagai kegiatan (1) Pertemuan yang menyangkut kepentingan tata krama akademik (2) restrukturisasi peran alumni (3) peningkatan jejaring media sosial bagi setiap jurusan dan program studi (3) membuat strategi media belajar yang berbasis nyantrik. (4) meningkatkan potensi ormawa sebagai bagian dari contoh bertata krama sesuai norma institusi yang berbasis budaya daerah (5) peningkatan spirit keagamaan dengan bekerja sama dengan program Pemanis ISBI serta peningkatan kesetaraan aktivitas dan spirit keagamaan bagi kalangan non muslim (6) dan tak kalah penting selalu menyadarkan dan melibatkan kepentingan sanitasi lingkungan sekolah.

5. Intensional
- Intensi sesuai dengan motto Fakultas
- Mengemban realisasi Rancangan Induk Pengembangan (RIP) dan Renstra ISBI Bandung
- Menjadikan Fakultas Seni pertunjukan sebagai pusat creative learning yang berbasis pada kearifan lokal.
- Learning from the past and to catch the impossible dream  

Tujuan:
Menjadikan fakultas yang berdaulat atas tujuan pemajuan kebudayaan, serta menjadikan pendidikan seni budaya yang bermartabat di bidang moral, berjaya dalam menghasilkan inovasi.

Moto:
Nyanghulu na katangtuan, nunjang dina wawanen, mupakat keur balarea (Menjungjung tinggi aturan, berpijak pada keberanian, mengutamakan kepentingan bersama) 


                                                   
                                                   
Setelah pemaparan Visi Misi dan Program Kerja selesai, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari 5 orang Panelis yaitu Edi Mulyana, S.Sn., M.Sn; Turyati, S.Sen., M.Sn; Afri Wita, S.Pd., M.A; Dr. Suhendi Afryanto, S.Kar., M.M; dan Isnan Rojibillah,  S.Th.I., M. Ag. Setiap Panelis memberikan 2 pertanyaan kepada Calon Dekan FSP. Forum tanya jawab pun berlangsung menegangkan, dikarenakan Calon Dekan FSP hanya diberi waktu 2 menit untuk menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh panelis. Setelah sesi tanya jawab selesai, dilanjutkan dengan rapat senat tertutup dengan agenda pemungutan suara dan  penetapan Dekan terpilih oleh Senat FSP. 

                                                    




                                                    

Pada rapat ini dilakukan pemungutan suara dari seluruh jajaran Senat FSP yang berjumlah 15 orang dengan masing-masing memiliki 1 hak suara dan ditambah dengan hak suara dari Rektor ISBI Bandung yang berjumlah 5 suara (35% dari jumlah anggota senat FSP, sesuai dengan Peraturan Rektor No 7 Tahun 2022 Tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Dekan dan Wakil Dekan di Lingkungan Institut Seni Budaya Indonesia Bandung).

Dari perhitungan suara diperoleh hasil sebagai berikut:
1. 13 (tiga belas) suara untuk Dr. Ismet Ruchimat, S.Sen., M.Hum.
2. 7 (tujuh) suara untuk Dr. Tatang Abdulah, S.Sn., M.Hum.

Dengan demikian Dr. Ismet Ruchimat, S.Sen., M.Hum. menjadi Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung Terpilih untuk periode 2023-2027. Keputusan tersebut tercantum dalam Berita Acara Senat FSP Nomor 150/IT8.6/KP.04/2023 tentang Nama Calon Dekan Terpilih FSP Dalam Kegiatan Pemilihan Dekan FSP Periode Tahun 2023-2027 pada Tanggal 8 Februari 2023. Selamat dan Sukses kepada  Dr. Ismet Ruchimat, S.Sen., M.Hum.

ISBI Bandung
Centre of Creatvity

Pencarian

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana dibidang Seni dan Budaya.

Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40265
Telp. (022)-7314982, 7315435; Fax. (022) - 7303021
Laman http://www.isbi.ac.id ; Email isbi@isbi.ac.id 

 

Pascasarjana


Fakultas Seni Pertunjukan

  • Seni Tari
  • Seni Karawitan
  • Seni Teater
  • Seni Angklung dan Musik Bambu
  • Seni Tari Sunda

Fakultas Seni Rupa dan Design

  • Seni Rupa Murni
  • Kriya Seni
  • Rias dan Busana

Fakultas Budaya dan Media

  • Antropologi Budaya
  • Film dan Televisi

Lembaga


Unit Pelaksana Teknis

Biro Akademik dan Umum

  • Bag. Akademik dan Kemahasiswaan
    • Subbag. Akademik
    • Subbag. Kemahasiswaan
  • Bag. Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat
    • Subbag. Perencanaan
    • Subbag. Kerja sama dan Hubungan Masyarakat
  • Bagian Umum dan Keuangan
    • Subbag. Keuangan
    • Subbag. Tata Usaha, Hukum dan Kepegawaian
    • Subbag. Rumah Tangga dan Barang Milik Negara